Senin, 17 Mei 2010

SUARA LEDAKAN BANGUNKAN PRAJURIT TNI DI LEBANON

(SM 14/6) - Buooeem . .. . . .. . ., Ngauung . . .. .. .. .., ngaung . . . .., demikian bunyi ledakan TNT dan sirine yang menggema seakan memekakkan telinga para prajurit di Home Base Satgas Mekanis Konga XXIII-D/ UNIFIL (Indonesia Battalion) Lebanon Jum’at dini hari (14/5).


Para prajurit Indonesia yang tergabung Kontingen Garuda (Konga) XXII-D di Lebanon, saat orang lain menikmati pulasnya tidur malam namun para prajurit tersebut harus bangun terdadak dengan adanya bunyi ledakan dan sirine. Ledakan dan bunyi sirine, sebagai latihan kesiap siagaan pasukan Konga XXIII-D.

Meskipun didaerah penugasan, latihan kesiapsiagaan semacam ini sering dilakukan. Suara sirine dan diiringi peringatan melalui megaphone secara terus menerus yang ditujukan kepada segenap prajurit untuk segera mencari tempat perlindungan.

Pasukan helm biru ini, secara sigap segera berpakaian dengan bersenjata lengkap menuju ke tempat kubu-kubu perlindungan (Shelter) yang telah disiapkan guna menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Hal demikian, merupakan bagian dari skenario latihan yang dilaksanakan diseluruh Multinational Brigade Sector East UNIFIL, pada jum’at dini hari.
Selain itu, latihan ini merupakan rencana daripada kontijensi saat penarikan mundur pasukan dari bumi Lebanon Selatan jika keadaan semakin memburuk dan tidak terkendali.

Dilatihkannya kesiapsiagaan di daerah operasi ini, adanya dasar Frago Sektor East tentang pelaksanaan Portaleza Plan untuk seluruh jajaran sector East UNIFIL. Adapun tujuan latihan, agar seluruh satuan yang berada di sector timur ini mempunyai kesiapsiagaan dalam sewaktu-waktu digerakkan.

Dalam latihannya, setelah semua personil, kendaraan tempur dan senjata bantuan masuk kedudukan di masing-masing stellling, alat komunikasipun tergelar kemudian menunggu perintah berikutnya. Selain Konga XXII-D yang latihan, satuan dari negara lainpun seperti Spanyol ikut dalam latihan tersebut.

Dengan digelarnya latihan semacam ini, satuan tugas dapat mengetahui kekurangannya. Sehingga kekurang dalam latihan tersebut dapat dinimalisir pada pelaksanaan tugas berikutnya (rst 113).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar