Senin, 24 Mei 2010

BINATANGPUN SEBAGAI SENJATA PERANG

Untuk memenangkan suatu pertempuran atau perang, menggunakan berbagai strategi dan taktik serta senjata canggih, termasuk taktik penyusupan kedaerah lawan. Di jaman yang modern ini, pasti dibilang aneh apabila memenangkan pertempuran atas dasar menggunakan senjata seekor binatang. Ternyata, sejak jaman dahulu kala hingga tahun 60-an seekor binatang digunakan sebagai senjata perang.

Seingat penulis, sejak tempo dulu hingga tahun 60-an, tercatat beberapa binatang yang pernah terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pertempuran/perang. Salah satunya, Kucing, dan masih banyak lagi binatang-binatang yang digunakan sebagai alat peperangan.

Untuk memenangkan perang menggunakan sejata seekor binatang bukanlah hal yang baru, strategi ini dipakai sejak dahulu kala. Negara Persia misalnya, Negara ini menggunakan senjata binatang Kucing saat perang menghadapi Mesir. Bangsa Persia mengetahui kalau binatang kucing sangat dikeramatkan oleh bangsa Mesir. Terlebih, bangsa Mesir sangat tabu membunuh seekor kucing dalam peperangan. Mereka juga mengetahui kalau Mesir tidak akan menyerang bila prajuritnya secara tak sengaja membunuh kucing, sebab hal ini pratanda tidak baik.

Ketika 2500 tahun yang lalu, terjadi suatu perang antara dua bangsa besar, Persia-Mesir, pihak Persia memutuskan untuk mengumpulkan binatang kucing yang sebanyak-banyaknya untuk dilepaskan di medan perang. Saat menghadapi kucing, tentara Mesir kuno tidak mampu berbuat apa-apa. Terlebih mereka dihadapkan pada dilema, membunuh kucing atau menyerah. Pada akhirnya, Mesir lebih memillih untuk menyerah terhadap Persia.

Selanjutnya, pada perang dunia II, seekor kucing bernama Mourka digunakan sebagai pembawa pesan rahasia pada saat pengepungan Stalingrad pada tahun 1942. Morka menjadi pahlawan sehingga harian London Times menulis artikel tentang dirinya. “He has shown himself worthy of Stalingrad, and whether for cat or man there can be no higher praise” .

Selain itu, pada masa perang dunia II terjadi seranagn kilat di Inggris, seekor kucing dapat membedakan suara pesawat terbang Inggris atau Jerma dengan hanya mendengarkan suaranya. Kucing tersebut dapat memberikan peringatan secara dini terhadap pemiliknya bila ada serangan mendadak sehingga jiwa seluruh keluarga dapat terselamatkan. Keluarga tersebut telah mengikuti kucing yang tiba-tiba berlari menuju tempat perlindungan bawah tanah (bunker), tak lama kemudian bom mulai berjatuhan.

Sementara pada era perang dingin, US- Rusia, kucingpun digunakan perang inteljen oleh US. Dalam perang Inteljennya yang dikenakan sebagai Peration Acoustic Kitty, US memanfaat seekor kucing dipakai sebagai alat pengganggu Operasi. Dimana, tubuh kucing dibedah, kemudian didalamnya ditanam semacam alat pemancar penganggu dimana di ekor kucing berfungsi sebagai antenna.

Proyek eksperimen ini, telah memakan waktu bertahun-tahun serta biaya yang tidak sedikit, 15 juta dolar. Namun sayang, saat di tes dilepaskan di halaman kedutaan Rusia di Washington, kucing tersebut tertabrak mobil saat menyebrang dan mati secara mengenaskan (rstmopm).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar