Senin, 29 Maret 2010

SEKILAS PERJALANAN KOPASSUS

Komando Pasukan Khusus (Kopassus), cikal bakal dari Resimen Para Komando Angkatan Darat atau yang lebih dikenal dengan RPKAD. Sesuai dengan perkembangan, nama RPKAD selalu mengikuti situasi yang ada, dan kini RPKAD menjelma nama Kopassus TNI AD. Pasukan ini dilatih secara khusus dan untuk sasaran sasaran khusus pula. Berbagai teknik operasi khusus, sabotase, dan pendaratan lewat udara dan air. Didirikan pada tanggal 16 April 1952, Kopassus dirombak dan dikecilkan jumlahnya di tahun 1985, dan pada tahun 1992 kekuatan Kopassus hanya berjumlah 2.500 orang. Mereka, yang dapat dengan mudah dikenali karena baret merahnya, dibagi dalam dua grup operasi dan satu grup pelatihan.

Pada tahun-tahun akhir di dasawarsa 1990 Kopassus kembali menambah jumlah anggotanya menjadi 6.000 orang. Dengan bermarkas besar di Cijantung, Jakarta Timur, Kopassus berkembang menjadi lima grup, dimana Group 3 secara khusus menangani operasi intelijen.

Sekitar tahun 2001, Kopassus merampingkan organisasinya menjadi 5.000 personel dengan pembagian sebagai berikut:
Group 1 Para Komando (Taktakan, Serang, Banten) - 3 batalyon
Group 2 Para Komando (Kandang Menjangan, Kartasura, Solo) - 3 batalyon
Group 3 Sandi Yudha / Intelijen (Cijantung, Jakarta)
(1) Batalyon Parako (terpisah) (Semplak, Bogor)
(1) Detasemen Markas Komando (Cijantung, Jakarta)
(1) Sat - 81 Penanggulangan Teroror (Gultor) di Cijantung, Jakarta)
Pusat Pendidikan Pasukan Khusus / Pusdikpassus (Batujajar, Bandung)

Kopassus adalah kekuatan elite yang selalu mengutamakan jumlahnya yang sedikit dan kemampuannya untuk melakukan penyerangan secara cepat dan daya dadak yang tinggi. Mereka telah terjun di berbagai operasi militer di wilayah Indonesia yang keamanannya sedang tidak terjamin. Unit Kopassus dalam operasi penanggulanagan terror pernah terlibat dalam operasi pembebasan sandera dalam pesawat Garuda Airline Woyla pada tahun 1981 dan operasi pembebasan sandera Mapenduma, Papua. Beberapa anggota Kopassus juga telah mendaki puncak Gunung Everest di tahun 1997 (rstm113) .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar