Minggu, 28 Maret 2010

KAPAL LAUT PENJELAJAH GANDA DI MEDAN PERAIRAN

Sejak berabad-abad yang lalu, manusia melakukan perjalanan melalui laut dengan menggunakan alat transportasi kapal yang yang masih sangat sederhana. Hingga saat inipun, kemampuan daya jelajah kapal laut masih terbilang sangat terbatas, hanya bisa dioperasikan di laut.

Sesuai perkembangan teknologi dari masa kemasa terus meningkat, dimana telah tercipta alat transportasi khususnya kapal laut yang mempunyai kemampuan dan kegunaan ganda. Salah satunya teknologi dunia perkapalan laut yang dihadirkan, kapal laut bernama “Hovercraft”.

Hovercraft, merupakan kendaraan yang diciptakan untuk medan perairan yang bersifat ampibi. Artinya, jenis kendaraan permukaan yang dapat meluncur di atas permukaan air dan darat. Hal ini dapat dilakukan, karena alat transportasi ini merupakan hasil persilangan antara teknologi pesawat dan teknologi kapal. Melihat keunggulan yang dimiliki Hovercraft tersebut, maka penggunaan Hovercraft di Indonesia sebagai Negara kepulauan, rasanya amat menarik untuk terus dikaji. Hal ini disebabkan, Hovercraft telah memulai tradisi transportasi baru dengan kadar efesiensi yang cukup tinggi. Salah satu keunggulan yang dimiliki Hovercraft, tidak memerlukan dermaga atau struktur bangunan pelabuhan konvesional.

Selain itu, Havercraft juga merupakan alternatif pilihan terhadap alat transportasi yang paling cocok digunakan di Indonesia, karena dapat digunakan dibrbagai medan perairan, seperti, di rawa, sungai, laut. danau dan dapat digunakan di daratan. Kelebihan dari Havercraft lainnya, bersifat amphibi yang dapat didaratkan di pasir pada pesisir pantai, sehigga tidak memerlukan dermaga khusus atau pelabuhan khusus.

Perkembangan demi perkembangan, sebenarnya Hovercraft bukanlah merupakan teknologi yang baru. Sebenarnya kendaraan ini telah diketemukan pada pertengahan abad ke – 19, namun pada saat itu struktur body Hovercraft masih terbilang sederhana. Kemudian pada pertengahan tahun 1950 an, Christopher Cockerell, seorang penemu dari Inggris, berhasil mengembangkan bentuk dasar Hovercraft menjadi lebih baru, modern, dan efesien. Keberhasilan Chritopher inilah yang menjadi acuan para pabrik pabrik produsen Hovercraft sampai saat ini.

Kini, Hovercraft telah digunakan untuk berbagai kepentingan seperti, untuk kepentingan militer, kepentingan Search and Rescue (SAR) atau penyelamat, dan untuk kepentingan Komersiil.

Pada kepentingan militer, Hovercraft telah digunakan dalam berbagai operasi militer sebagai kapal pendarat pasukan maupun tank dari laut atau dari danau ke daratan. Kalau kita melihat, tidak ada kendaraan permukaan lain yang dapat melakukan pendaratan pada pantai berlumpur. Terlebig dengan ground pressure yang rendah, kendaraan ini dapat berjalan dengan aman melintasi pantai yang telah ditanami ranjau tanpa mengaktifkan ranjau tersebut. Selain itu, dapat melakukan pendaratan sejauh mungkin masuk ke dratan pada daerah yang datar seperti padang pasir atau padang rumput. Sejarah membuktikan, pendaratan tank dan pasukan pernah dibuktikan pada saat perang teluk di Kuwait menggunakan kendaraan Hovecraft dan pendaratannya dilakukan pada pantai yang beranjau serta masuk ke daratan hingga sepuluh Mil. Milihat keunikan dari kendaraan tersebut, sangat dimungkinkan dapat digunakan sebagai kapal penyapu ranjau.

Sementara dengan kelebihannya kendaraan yang multi guna tersebut, Hovercraft juga sangat efektif digunakan sebagai kendaraan SAR. Sebagai contoh, di Negara kincir angin, Belanda kendaraan ini telah digunakan sebagai sarana SAR untuk daerah banjir, guna perbaikan tanggul yang jebol dilanda banjir. Di Indonesiapun kendaraan ini juga pernah diterjunkan pada saat terjadi bencana Tsunami di Aceh beberapa tahun yang lalu dan membuktikan sangat membantu untuk menerobos daerah-daerah yang tak terjangkau kendaraan biasa. Selain itu, di Negara Bangladesh dan Somalia juga menggunakan Hovercraft sebagai SAR untuk mengangkut pengungsian dan suplai bahan makanan serta obat – obatan (rstm113).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar