Minggu, 28 Maret 2010

DISTRIBUSI 40 PANSER KARYA ANAK BANGSA

Sebanyak 40 unit dari 154 panser 6x6 produksi PT Pindad diserahkan dari produsen PT Pindad kepada Departemen Pertahanan (Dephan) sebagai pemesan, di Hanggar CN-235 PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Nilai kontrak untuk 154 unit panser mencapai Rp 1,12 triliun, terdiri atas 150 unit panser 6x6 dan 4 unit panser intai 4x4.

Penyerahan 40 panser APS-2 6X6 merupakan bagian dari 154 panser yang dipesan pemerintah kepada PT Pindad dengan biaya kontrak senilai Rp1,1 triliun. Ini merupakan penyerahan kedua, dimana sebelumnya telah diserahkan sebanyak 20 unit panser.

Panser APS-2 6X6 memiliki dimensi 6000 x 2500 x 2500, berat 11/14 ton, kecepatan 90 km/jam, dengan radius putar 10 meter, dan daya tanjak 31 derajat. Panser ini juga telah dilengkapi dengan persenjataan 7,62 mm, 12,7 mm (infanteri) dan AGL 40 mm (kavaleri). Panser ini juga dilengkapi peralatan khusus seperti sarana penglihatan malam dan Winch 6 ton. Untuk alat komunikasi, terdapat intercom set plus VHF/FM (anti jamming dan hopping) serta GPS.
Sebanyak 40 panser yang diserahkan ke Dephan hari ini, merupakan penyerahan kedua dari jumlah pesanan 154 panser dengan total kontrak senilai Rp 1,1 triliun.
Penyerahan pertama 20 unit panser dilakukan Februari 2009, dan saat ini sudah didistribusikan kepada TNI-AD.
Departemen Pertahanan menyerahkan 40 unit Panser APS-2 6x6 produksi PT. Pindad kepada Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI). Penyerahan diberikan secara simbolik oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Juwono Sudarsono kepada Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Jum’at (10/7) tahun lalu di PT. Dirgantara Indonesia, Bandung.

Sebelumnya, 40 unit Panser APS-2 6x6 produksi PT. Pindad tersebut diserahterimakan secara simbolis dari Dirut PT. Pindad Ade Avianto Soedarsono kepada Menhan. Penyerahan Panser ini juga disaksikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Kaporli, Kepala Staf Angkatan, Sekjen Dephan, Irjen Depan dan Gubernur Jawa Barat serta sejumlah pejabat di lingkungan Dephan, Mabes TNI, Mabes Angkatan dan beberapa pejabat dari BUMN.

Sebelum acara penyerahan, Menhan RI dalam laporannya mengatakan, penyerahan 40 unit panser APS-2 6x6 produksi PT. Pindad sebagai realisasi dari kontrak jual beli antara Dephan dengan PT.Pindad pada tanggal 12 Juni 2008.

Menhan menjelaskan, kontrak senilai Rp. 1.12 T Rupiah merupakan kontrak 154 Panser yang terdiri dari 150 unit panser APS-2 dan 4 unit panser intai (4x4) beserta suku cadang , biaya pelatihan dan biaya pengiriman ke satuan pengguna TNI AD. Dari keseluruhan jumlah sebanyak 154 unit Panser ini dibiayaai melalui APBN.

Lebih lanjut menhan menjelaskan, pada penyerahan tahap pertama yaitu tanggal 27 Februari 2009 telah didistribusikan hasil produksinya sebanyak 20 unit kepada satuan pengguna di jajaran TNI AD. Dan sekarang pada tahap kedua diserahterimakan sebanyak 40 unit panser (6x6).

Menurut Menhan, pada akhir tahun 2009 diharapkan dapat diserahkan lagi sebanyak 25 unit Panser (6x6), sedangkan sisanya diharapkan akan diterima tahun 2010. Panser ini digunakan sebagai upaya dari pemerintah untuk memodernisasi peralatan tempur khususnya TNI AD. “Panser tersebut merupakan hasil karya sejati putera putra Indonesia dan merupakan produksi pertama industri kendaraan tempur dalam negeri sejar era reformasi”, tambah menhan.

Lebih lanjut Menhan berharap dimasa mendatang kemampuan industri pertahanan strategsi dalam negeri yang handal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan kebutuhan altusista dari laur negeri.

Sementara itu usai menerima laporan dari Menhan dan menyaksikan acara penyerahan secara simbolik oleh Menhan kepada Panglima TNI, Presiden RI dalam sambutannya mengatakan, berkaitan dengan penyerahan 40 unit Panser APS-2 6x6 produksi PT. Pindad kepada TNI, menurut Presiden hal ini sejalan dengan tekatd yang telah ditetapkan bersama pada sejak tahun 2005 agar yang dapat diproduksi didalam negeri wajib hukumnya untuk diproduksi di dalam negeri. Hal ini untuk mendukung kemajuan industri pertahanan dalam negeri.

Atas keberhasilan pembuatan Panser APS-2 6x6 oleh PT.Pindad tersebut, Presiden RI lebih lanjut menyampaikan penghargaannya kepada PT. Pindad dan semua anak bangsa, para tekhnolog, industriawan dan peneliti yang telah menghadirkan kendaraan tempur produksi dalam negeri yang siap digunakan untuk tugas tugas pertahanan dan keamanan serta perdamaian dunia.

Menurut Presiden RI, Panser APS-2 6x6 produksi PT. Pindad yang membanggakan bangsa Indonesia tersebut merupakan hasil penelitian dan pengembanggan yang cukup panjang. Panser ini juga merupakan hasil dari inovasi putera - puteri bangsa Indonesia yang tidak kalah dengan produk negara - negara lain.

Presiden RI lebih lanjut berharap, Panser APS-2 6x6 produksi PT. Pindad akan meningkatkan kemampuan pertahanan negara. Selain itu, juga diharapkan akan melengkapi terbentuknya standby force yang dilengkapi dengan panser buatan sendiri yang siap digerakan kemana saja untuk tugas - tugas perdamaian dunia.

Pada akhir acara penyerahan, Presiden RI didampingi sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan dipandu oleh Dirut PT. Pindad melakukan peninjauan Panser APS-2 6x6 produksi PT.Pindad. Selain menijau panser tersebut, Presiden juga meninjau produk – produk industri pertahanan dari dalam negeri antara lain, PT. Dahana, PT.Len Industri, PT.DI, PT Krakatau Steel dan PT. NTP. Mengakhiri peninjauannya Presiden RI didampingi Panglima TNI dan sejumlah menteri berkesempatan mencoba kendaraan Panser yang dikemudikan oleh Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin (rstm113).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar