Kamis, 17 Juni 2010

DUBES JERMAN UNTUK LEBANON KUNJUNGI KONTINGEN INDONESIA






(Houla; 17 Juni 2010). Duta Besar Jerman untuk Lebanon Brigitta Maria Siefker Eberle didampingi Senior Member of Germany Foreigh Minister beberapa waktu lalu melakukan kunjungan kerja ke Kompi B Indobatt UN Position 8-33 ‘Syeikh Abbad Tomb’ di desa Houla, Lebanon Selatan.


Dalam kunjungannya, Dubes Jerman dan rombongan disambut Komandan Kompi B Kapten Inf Syafruddin dan Kapten Kav Arief Cahyo Widodo (Wakil Komandan Kompi) beserta seluruh Perwira kontingen Indonesia.


Dihadapan tamunya, Kapten Syafrudin memaparkan tentang situasi dan kondisi terakhir disekitar “Blue Line”. Dimana posisi UN Posn 8-33, suatu posisi yang berbatasan langsung dengan wilayah negara Israel. Selain itu, wilayah tersebut hanya dibatasi dan dilindungi oleh “Technical Fence”. Terlebih juga, wilayahnya terdapat suatu makam bersejarah penting serta menjadi “Hot Spot” di Lebanon, yaitu Makam Syeikh Abbad atau lebih dikenal dengan nama Syeikh Abbad Tomb.


Kapten Syafrudin menegaskan, di lingkungan sekitar compound (kesatriaan) Kompi B Indobatt ini, masih banyak terdapat ranjau-ranjau sisa perang hebat yang pecah tahun 2006. Ranjau-ranjau ini tersebar secara acak dan tidak diketahui persis kedudukannya. Jika diamati pada peta UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), maka sepanjang garis blue-line di Area Operation Indobatt dipenuhi dengan titik-titik merah yang menandakan banyaknya ranjau yang tersebar seperti ranjau anti personel dan ranjau anti tank.


Dikatakannya, “Jika mendengar bunyi ledakan yang hebat, itu berarti baru saja ditemukan ranjau dan diledakkan oleh tim pembersih ranjau MAG (Mines Advisory Group for Lebanon). Proses de-mining oleh Tim MAG ini merupakan suatu rangkaian upaya kerja UNIFIL dalam mengemban amanah PBB yakni pembuatan/ marking line. Untuk membuat suatu tanda patok Blue Line pada batas-batas wilayah yang sudah ditentukan, yaitu batas wilayah antara Israel dan Lebanon”.


Sebelum mengakhiri kunjungannya, Dubes Jerman beserta rombongan tesebut, melakukan kkunjungan Project Officer dari UNIFIL Headquarter UN Posn 4-7C dari kota Naqoura dan menyempatkan diri untuk melihat secara dekat atas keberadaan makam Syeikh Abbad Tomb.


Tempat tersebut menjadi daya tarik tersendiri, dimana banyak masyarakat dari maca negara untuk datang dengan dalih berziarah. Yang menjadi perhatian dunia, letak makam terbagi menjadi dua bagian, sedangkan ukuran makamnya hanya 1 kali 2,5 meter. Sisi sebelah kanan termasuk wilayah Israel , sedangkan sisi sebelah kiri termasuk wilayah Lebanon .


Sementara Menurut kepercayaan masyarakat Lebanon, makam ini adalah tempat seorang tokoh agama Lebanon yang sangat berpengaruh pada abad ke-15 yakni Syeikh Abbad. Sedangkan menurut masyarakat Israel , makam ini adalah tempat berbaringnya seorang tokoh agama terkenal yakni Rabi Ashi yang hidup pada abad ke-lima (rstmopm).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar